Selasa, 02 Juli 2013

Makalah Kelompok Wirausaha

1.     George R. Terry (yang dikutip dari Sutatrto 1998 : 17)
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2.     Ordway Tead(1929)
Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang sangat memungkinkan seseorang manusia mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya,


3.     Rauch & Behling(1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan.


4.     Ketz & Khan(1978)
Kepemimpinan adalah peningkatan  pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diantara kepatuhan mekanisme terhadap pengarahan pengarahan rutin organisasi.


5.     Hembill & Coon(1995)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama.


6.     William G.Scott(1962)
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.


7.     Stephen J.Carrol & HearyLTosj(1977)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang orang lain untuk melakukan apa yangkamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.

8.     Dr. Thomas Gordon “ Group conferred Leadership” A way of releasing creative power of group.
Kepemimpinan dapat dikonsepsuafesasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seseorang dengan anggota anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peran dan dengan cara cara tertentu peranan itu harus di dipilah pilahkan dari satu dengan yang lainnya. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain di pengaruhi.


9.     Tannenbaum, Weschler & Massarik(1961)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses kemunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuantertentu.


10.                         P.Pigors(1935)
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.


11.                        Kartini Kartono(1994: 48)
Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktifitas aktifitas tertentu dan mempunyai suatu tujuan serta peranlatan peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan cirri cirri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus.


12.                        G.U Cleeton dan C.W Mason(1934)
Kepemimpinan menunjukan kemampuan mempengaruhi orang orang dan mencapai hasil melalui himbauan dan ini lebih baik disbanding dengan penggunaan kekuasaan.
13.                        Locke & Associates(1997)
Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses membujuk orang orang luas untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama.

14.                        John W. Gardner(1990)
Kepemimpinan sebagai proses penunjukan di mana individu individu merancang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

15.                        Theo Haiman & William G.Scott(1974)
Kepemimpinan adalah proses orang orang diarahkan, dipimpin, dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.

16.                        Duben(1954)
Kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.

17.                        F.A Nigro(1965)
Inti kepemimpinan adalah mempengaruhi kegiatan orang orang lain.

18.                        Reed(1976)
Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi tingkah laku manusia supaya perjuangan itudapat dilaksanakan mengikut kehendak pemimpin.


19.                        G.I.Feman & K.Aylor(1950)
Kepemimpina  adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok menjcapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap tiap individu.


20.                        James M. Black(1961)
Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu.
Ciri-ciri wirausahawan sebagi berikut:
1.     Optimistik
Cirri utama yang dimiliki dengan jiwa wirausaha sikap optimistic: walaupun sukses belum tentu terlihat tapi mereka optimis bahwa sukses dapat mereka raih dengan ketekunan dan kerja keras. Optimissm ini juga lah yang membuat mereka mampu bertahan dalam menghadapi berbagai kegagalan atau pun hambatan dalam jalan mereka menuju sukses.

2.     Keberanian mengambil resiko
Ciri utama yang paling menonjol adalah keberanian mengambil resiko untuk memulai usaha sendiri. Tanpa keberanian ini, tak ada usaha yang bisa terbentuk. Namun, tentu saja keberanian ini bukanlah keberanian yang membabi buta melainkan keberanian yang disertai dengan perhitungan yang matang sebelum sebuah keputusan yang mengandung resiko diambil.

3.     Semangat
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki semangatjuang yang tinggi. Mereka pantang menyerah pada masalah, pantang mundur pada kesulitan, dan pantang putus asapada hambatan yang menghadang usaha mereka. Jika kereka tidak bisa menembus badai masalah, mereka akan terus dan mencari jalan memutar atau jalan alternative, semangat ini juga mendorong mereka untuk tekun sampai tujuan mereka tercapai.

4.     Integritas
Satu lagi cirri utama seseorang wirausahawan adalah integritas, sikap inilah yang membuat mereka dipercaya banyak orang, sehingga bisnis yang mereka jalani dapat berjalan. Orang lain yang mereka tawarkan adalah kepentingan target konsumen atau mereka menjadi target layanan wirausaha, dengan demikian lebih mudah bagi para wirausaha dengan integritas untuk menjalin kerjasama dengan banyak orang dan untuk memenangkan hati para konsumen sehingga pelanggan menjadi lebih loyal.


5.Budaya Unggul
Mereka yang memiliki jiwa kewirausahawan  dan berpotensi untuk sukses adalah mereka yang memiliki budaya usaha.Mereka selalu berusaha untuk mempersembahkan yang terbaik untuk orang lain disekitar mereka.Mereka belom puas berusaha,jika yang terbaik yang bisa mereka persembahkan belum terpenuhi.Budaya unggul juga yang membuat mereka selalu berinisiatif mencari hal hal baru dengan kualitas yang terbaik,fitur yang lebih bermanfaat,ataupun keuntungan yang lebih menambahkan nilai.

6.Forward Thinking
Seorang wirausaha senang bisa berfikir maju.Mereka bahkan mampu menciptakan masa depan di pikiran mereka terlebih dahulu dengan sangat jelas dan terperinci,sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menerapkannya atau menjelaskan kepada tim bagaimana meraihnya.kemampuan ini mendorong mereka untuk menularkan inovasi inovasi baru yang lebih maju dari orang orang lain disekitar mereka.

7.Sadar Waktu & Sarana
Selanjutnya,usahawan umunya memiliki kesadaran akan pemanfaatan waktu dan sarana yang tinggi,mereka sadar bahwa waktu perlu dikelola dengan  baik karena waktu yang terbuang tak akan pernah kembali.mereka juga sadar bahwa sarana juga perlu dimanfaatkan dengan optimal dengan cara efisien mungkin,karena pemanfaatan sarana bisa merupakan factor penting dalam penghematan biaya operasional.dengan demikian,mereka sangat efektif dan efisien dalam mempermanfaatkan kedua hal tersebut.

8.Mimpi
Tak ada seorang usaha yang tidak memiliki mimpi.justru untuk sebagian wirausaha sukses,mimpi inilah yang memicu mereka untuk mengambil resiko meninggalkan kenyamanan yang bisa mereka dapatkan untuk memulai usaha baru

9.Perencanaan
Untuk mewujudkan mimpinya,seorang wirausaha melakukan perencanaan yang diperlukan.perencanaan ini membuat mereka lebih berani dalam mengambil resiko,karena dalam perencanaan berbagai scenario kemungkinan yang terjadi telah diperhitungkan,demikian pula dengan langkah yang harus diambil dalam setiap scenario yang menjadi kenyataan.perencanaan juga melibatkan factor pengelola waktu.penggalangan dukungan banyak orang disekitar mereka,dan pemanfaatan sarana yang optional.

10.Strategi Utama
Memiliki kualitas seorang wirausaha saja belumlah cukup,untuk sukses diperlukan juga strategi,jika kita amati dengan seksama para wirausaha yang telah sukses dalam waktu yang panjang pasti menerapkan berbagai strategi utama.

11.Pembiayaan
Faktor yang selalu menjadi salah satu perhatian pada pengusaha adalah pembiayaan.Mereka memperhitungkan faktor pembiayaan dengan seksama.jika belum memiliki jumlah yang dibutuhkan,mereka akan mencari strategi untuk mendapatkan jumlah yang perlukan tersebut.misalnya dengan strategi kolaborasi,dari sumber perbankan dengan memanfaatkan modal investasi orang lain ataupun pinjaman yang selunak-lunaknya (misalnya dari keluarga atau teman) Mereka juga memasukan factor waktu dalam memperhitungkan pembiayaan dengan bijak.

Lokasi
Hampir semua pakar usaha memasukan factor penemuan lokasi sebagai factor penting yang perlu diperhitungkandengan matang sebelum sebuah usaha dimulai.misalnya bentuk sebuah pendidikan nonformal.faktor lokasi yang berada dekat sekolah,perumahan,perkantoran sebagai pusat bisnis (juga menargetkan pegawai kantoran) akan sangat berpotensi dan memberikan sukses bagi usaha pendidikan tersebut


\
MASALAH YANG TERDAPAT DALAM KEPEMIMPINAN DARI WIRAUSAHA
          Seseorang secara moral bertanggung jawab atas tindakan nya dan efek-efek merugikan yang telah diketahui :
a.     Yang gagal dilakukan atau dicegah dan yang secara moral dan dengan sengaja atau secara bebas gagal melaksanakan atau mencegah nya.
b.     Yang dilakukan atau dilaksanakan seseorang dengan sengaja dan secara bebas.

Ada kesepakatan umum , bahwa ada dua kondisi yang sepenuh nya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena menyebabkan kerugian.
1.     Ketidaktahuan
2.     Ketidakmampuan
Kedua nya disebut kondisi yang memanfaatkan karena sepenuhnya memanfaatkan orang dari tanggung jawab terhadap sesuatu. Jika seseorang tidak mengetahui atau tidak dapat menghindari apa yang dia lakukan, kemudian orang itu tidak berbuat secara sadar, ia bebas dan tidak dapat dipersalahkan atas tindakan nya.
Namun, ketidaktahuan dan ketidakmampuan tidak selalu memanfaatkan seseorang. Salah satu pengecualian nya adalah ketika seseorang mungkin secara sengaja membiarkan dirinya bisa mengetahui persoalan tertentu. Ketidakmampuan bisa jadi merupakan akibat lingkungan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan sesuatu. Seseorang mungkin kekurangan kekuasaan , keahlian, kesempatan atau sumber daya yang mencukupi untuk bertindak.
Ketidakmampuan mengurangi tanggung jawab karena seseorang tidak mempunyai tanggung jawab untuk melakukan (atau melarang melakukan) sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan. Seseorang mungkin secara fisik  terhalang atau tidak dapat bertindak atau pikiran orang secara psikologis cacat sehingga mencegah nya mengendalikan tindakan nya.
Sejauh lingkungan menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan tindakan nya atau mencegah kerugian tertentu adalah keliru menyalahkan orang. Sebagai tambahan atau dua kondisi yang memaklumkan itu (ketidaktahuan dan ketidakmampuan) yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena kesalahan. Ada juga beberapa faktor yang meringankan tanggung jawab moral seseorang yang bergantun pada kejelasan kesalahan.



Faktor yang meringankan, mencakup :
·        Lingkungan yang menyebabkan orang tidak peduli, namun juga tidak yakin tentang apa yang sedang dia lakukan (hal tersebut mempengaruhi pengetahuan seseorang).
·        Lingkungan yang menyulitkan, namun bukan tidak mungkin untuk menghindari melakukan nya (hal in imempengaruhi kebebasan seseorang)
·        Lingkungan yang mengurangi namun tidak sepenuhnya menghilangkan keterlibatan seseorang dalam sebuah tindakan (ini mempengaruhi tingkatan sampai dimana seseorang benar-benar menyebabkan kerugian).

Hal terserbut dapat meringankan tanggung jawab seseorang karena kelakukan yang keliru yang tergantung pada faktor keempat, yaitu keseriusan kesalahan. Kesimpulan mendasar tentang tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian yang meringankan tanggung jawab moral seseorang, yaitu :
1.     Secara moral individu bertanggung jawab atau tindakan yang salah yang dia lakukan (atau yang secara keliru dia lalaikan) dan atas efek-efek kerugian yang disebabkan (atau yang gagal dia cegah) ketika itu dilakukan dengan bebas dan sadar.
2.     Tanggung jawab moral sepenuhnya dihilangkan (atau dimaafkan) oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan.
3.     Tanggung jawab moral atau kesalahan atau kerugian diinginkan oleh :
-         Ketidak pastian
-         Kesulitan
Bobot keterlibatan yang kecil (meskipun kegagalan tidak meringankan jika seseorang mempunyai tugas khusus untuk mencegah kesalahan, namun cakupan sejauh mana hal-hal tersebut meringankan tanggung jawab moral seseorang kepada (dengan) keseriusan kesalahan atau kerugian. Semakin besar keseriusan nya, semakin kecil ketiga faktor pertama tadi dapat meringankan.
A.   Tanggung jawab perusahaan dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerjasama. Tindakan perusahaan biasa nya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda-beda yang bekerjasama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan.
Jadi, siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu? Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan masing-masing secara moral bertanggung jawab.
Lain hal nya pendapat pedagang tradisional yang menyediakan bahwa ketika sebuah kelompok  seperti perusahaan bertindak bersama-sama, tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok dan konsekuensi nya tindakan kelompok lah bukan tindakan individu yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Kasus tradisional bahwa meskipun kita kadang membedakan tindakan dibalik semua tindakan persoalan itu.
Pendapat tersebut keliru, karena bagaimana pun tanggung jawab moral menuntut seseorang bertindak secara bebas dan sadar. Dan tidak relevan bahwa tindakan seseorang yang salah merupakan pilihan secara bebas dan sadar mengikuti perintah.
Ada batas-batas kewajiban karyawan untuk mentaati atasan nya. Seorang karyawan tidak mempunyai kewajiban untuk mentaati perintah melakukan apapun yang tidak bermoral.

Dengan demikian, ketika seseorang atasan memerintahkan seorang karyawan melakukan tindakan yang mereka ketahui salah, karyawan secara moral bertanggung jawab atas tindakan itu. Atasan juga bertanggung jawab secara moral, karena fakta atasan menggunakan keahlian untuk melaksanakan tindakan yang salah tidak mengubah fakta bahwa atasan melakukan nya.





















Kesalahan dan Solusi
Berikut ini adalah sepuluh kesalahan umum yang sering dilakukan oleh wirausahawan pada saat menjalankan bisnisnya:
1.     Kesalahan dalam mengelola
2.     Kurangnya Pengalaman,Manajer bisnis kecil perlu memiliki pengalaman jika mereka ingin mengembangkan usahanya
3.     Kontrol keuangan kurang.Bisnis yang sukses membutuhkan control keuangan yang tepat
4.     Upaya pemasaran yang lemah,membangun konsumen untuk bertambah berkesimbungan membutuhkan usaha,pemasaran secara kreatif ,pelanggan secara otomatis akan datang,hamper tidak pernah terjadi
5.     Kegagalan untuk mengembangkan rencana strategi.gagal dalam merencanakan berarti gagal untuk bertahan
6.     Pertumbuhan tidak terkendali.pertumbuhan adalah hal yang dialami,sehat dan diinginkan oleh setiap perusahaan namun,harus di rencanakan dan dikendalikan.pakar manajemen Peter Drucker berkata perusahaan-perusahaan harus lebih baik untuk memperkirakan pertumbuhan modal hanya setiap peningkatan penjualan 30 hingga 50 persen.
7.     Lokasi kurang strategis,Memilih lokasi yang tepat adalah sebagian ilmu.seringkali ,lokasi bisnis dipilih tanpa penelitian yang benar,investigasi dan perencanaan
8.     Kontrol persediaan yang barang buruk.pengendalian persediaan barang adalah salah satu tanggung jawab manejerial yang sering terabaikan.
9.     Harga tidak tepat.menetapkan harga yang tepat sehingga menghasilkan keuntungan yang diperkirakan menuntuk pemilik bisnis mengerti berapa biaya untuk membuat,memasarkan dan mendistribusikan barang dan jasa.
10.                        Ketidak mampuan dalam membuat Transisi Enterprenurial.setelah memulai akan terjadi pertumbuhan,biasanya membutuhkan gaya manajemen yang sangat berbeda.

Pertumbuhan mengharuskan wirausahawan untuk mendelegasikan wewenangnya dan tidak menangani – kegiatan operasional sehari-hari –sesuatu yang tidak bisa dilakukan olehnya.

Berikut adalah solusi untuk mengatasinya:

1.     Mengenal bisnis secara mendalam
2.     Mengembangkan bisnis yang sudah matang
3.     Mengelola keuangan
4.     Memahami laporan keuangan
5.     Belajar mengelola manusia secara efektif
6.     Jaga kondisi anda

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar